| Mencari Ayah, Devina yang Berkebutuhan Khusus Tempuh Ratusan Kilometer |
Seorang anak
berkebutuhan khusus bernama Devina (13) menempuh perjalanan ratusan kilometer
dari Purwakarta menuju Sukabumi hanya untuk mencari ayahnya yang disebut
bernama Irwandi Setiawan dan berprofesi sebagai nelayan di Palabuhanratu.
Namun, perjalanan Devina tidak membuahkan hasil, ia malah kebingungan di
Palabuhanratu karena tidak memiliki alamat kediaman ayahnya yang jelas.
Selama dua
malam berturut-turut sejak keberangkatannya pada Sabtu (25/3) lalu Devina
menginap di lingkungan kantor kepolisian. Malam pertama ia menginap di Masjid
Polres Palabuhanratu selama dua malam, malam berikutnya dia menginap di Polsek
Cibadak hingga terakhir ia ditemukan oleh aparat Polsek Cisaat yang kemudian
menitipkannya ke Panti Asuhan Muslimin di Jalan Brawijaya, Kota Sukabumi.
Meski hanya
semalam di panti, kehadiran devina mendapat kesan tersendiri bagi Eti (60) pengelola
panti asuhan.
"Begitu
datang dia sun tangan ke semua orang sangat sopan, dia juga cepat akrab dengan
anak-anak panti dia langsung punya teman disini ketika disodori handuk dan baju
ganti ia mengucap terimakasih beberapakali. Yang membuat kami kaget dia itu
tidak bisa membaca buku ketika kami sodori Alquran ternyata dia pandai mengaji
lengkap dengan tajwidnya, dia sendiri mengaku diajari ibunya sejak kecil,"
kata Eti saat berbincang dengan detikcom, Kamis (30/3).
Devina sempat
diminta Eti untuk bercerita tentang perjalanannya dari Purwakarta menuju
Sukabumi, Devina sendiri mengaku tinggal di Cikopo, Purwakarta. Ibunya yang
bernama Nita Aprilia meninggal dunia pada Jumat 24 Maret lalu (Sebelumnya
ditulis 17 Maret).
"Sehari
setelah ibunya meninggal dia langsung pergi berbekal uang Rp 50 ribu untuk
mencari ayahnya sendiri ke Palabuhanratu, menurut Devina ibundanya meninggal
karena sakit," cerita Eti.
Kesopanan
Devina dirasakan Detikcom saat tengah melakukan wawancara, Devina yang saat itu
duduk di kursi tiba-tiba berusaha berdiri dan mempersilahkan detikcom yang saat
itu tengah duduk bersila dilantai untuk duduk di kursinya.
"Bapak
duduk di kursi, masa saya duduk di kursi sementara bapak bersila di lantai
pamali pak," tuturnya singkat. Eti menduga tingkah laku Devina merupakan
didikan Almarhum ibundanya.
"Devina
tidak sekolah, ibunya penjual lotek keliling kalau pandangan saya Devina
mendapat didikan budi pekerti yang baik dari almarhum ibunya. Ada alasan juga
kenapa Devina kerap mencari kantor polisi untuknya bermalam, dia cerita kalau
ibunya pernah memberitahu kalau Devina sudah besar dan suatu saat tersesat atau
lupa jalan pulang untuk mencari anggota polisi. Saya salut dengan almarhum
ibunya yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk putrinya
ini," lanjut Eti lagi.
Ketika Detikcom
menanyakan langsung hal itu ke Devina dengan polos ia membenarkan jika almarhum
ibunya memang memintanya untuk mencari polisi ketika tersesat. Bahkan saat
ditemukan anggota Polsek Cisaat, Devina tengah dalam perjalanan menuju kantor
Polsek namun keburu tersesat."Saya diturunkan sama angkotnya terlalu jauh,
jadi bingung. Kata ibu saya dulu kalau saya bingung atau tersesat saya harus
mencari kantor polisi karena di sana aman dari orang jahat," aku Devina.
0 Response to "Mencari Ayah, Devina yang Berkebutuhan Khusus Tempuh Ratusan Kilometer"
Posting Komentar